Selasa, 12 Februari 2008

Warga Solo Rayakan Imlek Dengan Gunungan Kue Keranjang

Warga Solo Rayakan Imlek dengan Gunungan Kue Keranjang

Gunungan kue keranjang-Warga berebut kue keranjang yang menyusun gunungan dalam acara Grebeg Sudiroprajan di depan Pasar Gedhe, Solo, Minggu (3/2). Acara ini digelar untuk menyambut tahun baru Imlek 2259. Kue keranjang yang khas dari daratan Tiongkok dicampur gunungan yang merupakan tradisi Jawa menunjukkan terjadinya akulturasi atau percampuran budaya.

Warga Kota Solo menyambut perayaan tahun baru Imlek 2559 dengan menggelar kirab Gunungan Kue Keranjang. Acara yang dinamakan Grebeg Sudiroprajan ini digelar di depan kompleks Pasar Gedhe, Minggu (3/2). Grebeg dengan gunungan biasanya diselenggarakan oleh keraton yang sudah menjadi tradisi ratusan tahun. Sedangkan kue keranjang merupakan kue khas dari daratan Tiongkok.

Dengan adanya gunungan kue keranjang menunjukkan terjadinya akulturasi budaya seperti dikatakan Ketua Umum kegiatan Sugiarto Pandoyo dan Ketua Pelaksana Jinata Jadhisno. Gunungan yang disusun dari 2.559 buah kue keranjang dikirab mengelilingi Kampung Balong dan Sudiroprajan yang menjadi kantong pemukiman warga keturunan Tionghoa di Kota Solo.

Kirab juga dimeriahkan dengan permainan barongsay dan liong oleh berbagai kelompok, seperti Tripusaka, Brigif 413 Mojolaban, dan Kelurahan Sudiroprajan. Puncak acara grebeg adalah perebutan kue keranjang yang menyusun gunungan oleh ratusan warga yang menyesaki area depan Pasar Gedhe yang berhias lampion.

Sumber : Kompas

Minggu, 10 Februari 2008

Penentuan Imlek Didasari Siklus Matahari dan Bulan



Penentuan tahun baru Imlek setiap tahun seharusnya menarik untuk dicermati. Perhatikan saja, jatuhnya Imlek selalu bervariasi setiap tahun, namun dipastikan selalu jatuh antara 21 Januari dan 21 Februari.

Hal tersebut bisa terjadi karena sistem penanggalan China merupakan sistem lunisolar yang menggabungkan siklus Matahari dan siklus Bulan. Maka, pada kalender China, jumlah hari dalam setahun bervariasi, antara 354 hari hingga 385 hari.

Inilah yang membedakan sistem penanggalan China dengan kalender Islam yang berdasarkan siklus bulan atau kalender Masehi yang berdasarkan Matahari. Dalam setahun kalender lunar (Bulan) terdapat 354 atau 355 hari, sedangkan pada kalender solar (Matahari) dalam setahun terdapat 365 atau 366 hari.

Musim semi

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pada dasarnya, penanggalan China menganut standar 12 bulan lunar yang satu bulannya berlangsung 29 atau 30 hari sesuai siklus peredaran Bulan. Tetapi, di lain pihak penanggalan China menetapkan bahwa tahun baru selalu jatuh di awal musim semi, sehingga Imlek di China terkenal dengan festival musim semi. Masih tepat atau tidak, sepertinya masyakat China harus merayakan festival musim semi tahun ini di bawah guyuran salju yang sangat keras.

Imlek ditetapkan sebagai dimulainya bulan baru kedua setelah winter solstice, hari terpendek di musim dingin. Winter solstice terjadi saat Matahari berada di titik terjauh di utara khatulistiwa yang selalu jatuh antara 21-22 Desember setiap tahun.

Karena itu, pada kondisi normal jatuhnya tahun baru China juga mundur antara 10 hingga 12 hari dari tahun sebelumnya seperti halnya penanggalan Jawa dan Hijriah (Islam). Tahun ini Imlek jatuh tanggal 7 Februari, atau mundur 11 hari dari Imlek tahun lalu yang jatuh tanggal 18 Februari.

Bulan sisipan

Uniknya, jatuhnya tahun baru China tidak akan jatuh sebelum 21 Januari atau setelah 21 Februari. Jika hasil perhitungan mundur melewati tanggal 21 Januari, Imlek dihitung sebagai bulan baru ketiga setelah solstice sehingga tahun berjalan justru lebih panjang antara 18 hingga 20 hari.

Misalnya, tahun 2006 yang berlangsung hingga 385 hari. Sebab, awal tahun dimulai pada tanggal 29 Januari 2006 atau mundur 11 hari dari awal tahun sebelumnya, namun berakhir pada tanggal 18 Februari 2007 atau maju 20 hari dari tahun baru sebelumnya.

Dengan 385 hari dalam setahun, artinya setelah bulan ke dua belas ditambahkan bulan sisipan. Sampai sekarang bulan ke-13 menjadi misteri dalam penanggalan China seperti halnya bulan Februari yang hanya 28 atau 29 hari. Namun, kejadian ini sangat jarang terjadi dan baru akan berulang nanti tahun 2033.

Menurut perhitungan Tang Hanliang yang dikutip Helmer Aslaksen dari Departemen Matematika National University of Singapore, tahun baru China selalu jatuh antara 21 Januari dan 21 Februari selama 1000 tahun dari tahun 1645 hingga 2644.

Tahun baru China yang terjadi pada tanggal 7 Februari termasuk umum terjadi. Dalam kurun waktu 1000 tahun, terjadi sekitar 30 kali. Tahun 1997, Imlek juga jatuh tanggal 7 Februari.

Yang jarang terjadi adalah tahun baru pada 21 Februari, yang baru terjadi sekali, nanti pada tahun 2319. Tahun baru China pada tanggal 21 Januari juga tergolong jarang yakni hanya 18 kali dalam 1000 tahun.

Dengan mengetahui jatuhnya Imlek, masyarakat juga bisa menentukan perayaan Cap Go Meh yang jatuh di hari ke 15 bulan pertama. Nah, Anda juga sudah bisa memperkirakan kapan Imlek tahun depan bukan? Gong Xi Fa Cai !

Sumber : Kompas